Jakarta, Koranpelita.id
Program hilirisasi yang digenjot Era pemerintahan saat ini memang banyak memberikan nilai lebih. Namun sejalan dg Hilirisasi dibeberapa sektor masih banyak masalah yang berkutat di hulu nya. Budidaya rumput laut adalah salah satu contohnya.
Ada beberapa daerah yang dulunya penghasil rumput laut kini hancur akibat limbah tambang di darat.
Budidaya rumput laut di Desa Parasi, Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara resah karena limbah tambang nikel. Limbah tambang menyebabkan sedikitnya 200 hektare tanaman rumput laut tercemar berbagai jenis logam.
Kondisi serupa juga di alami pembudidaya rumput laut di Sulawesi Tengah
Potensi budidaya rumput laut di Teluk Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah terancam punah dengan berkembangnya pertambangan sejak beberapa tahun terakhir di Sulawesi Tengah. Demikian setidaknya diungkap peneliti BRIN. Maharwati Toba saat Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Hulunisasi Rumput Laut”, yg diadakan Indoposco dan Yayasan Samudera Indonesia Timur di Aston Kartika Jakarta, Senin (3/2/2025).
Menurut Pembina Yayasan Samudera Indonesia Timur, Prof. Alex Retraubun mengatakan, hulunisasi memang harus menjadi fokus pemerintah, karena hulunisasi menjadi penunjang produksi rumput laut sehingga program hilirisasi dapat berjalan dengan baik “Indonesia belum fokus pada rumput laut. Kita harus fokus untuk giring hulunisasi dan hilirisasi sehingga bisa kembangkan rumput laut dengan baik,” tandasnya
Sementara itu Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rochmin Dahuri, menegaskan untuk mendukung produksi rumput laut memang harus ada koordinasi yang baik antar institusi pemerintah. Terutama antara kementerian ESDM dan KKP harus berdiri sejajar dan bersinergi untuk mendukung program masyarakat. Sebab di beberapa daerah budidaya rumput laut sering menjadi korban dari beroperasi tambang didarat. “Harus segera dicari kesepakatan untuk masalah tersebut” tandasnya.
Rokhmin mengatakan, rumput laut memiliki potensi baik Nasional maupun Internasional. Sayangnya, 82 persen rumput laut Indonesia diekspor ke luar negeri. Unyu itu Pemerintah perlu mengembangkan budidaya rumput laut dengan strategi berbasis lingkungan, menetapkan rumput laut sebagai komoditas strategis, ” sebaiknya segera dibangun pabrik pengolahan di setiap sentra produksi untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional, ”tambahnya.
Sementara itu menurut Direktur Rumput Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Nono Hartanto, demand terhadap rumput laut terus meningkat dan sangat bervariasi untuk olahannya. Namun, tantangannya saat ini adalah stabilitas harga ditingkat pembudidaya, pemetaan investor sera penyediaan bibit ‘ saat ini pembudidaya rumput laut masih didominasi masyarakat kecil,” kata Nono. (Vin)






